ORANG TUA SUKSES BELUM TENTU ANAK NYA SUKSES

Mungkin ini cerita pertama saya yang saya unggah ke blog saya,

Seorang penulis harus mampu menunjukkan kosa kata yang mudah di pahami dan simpel untuk di baca, Seorang penulis juga harus bisa memberikan ketikan yang bermanfaat buat orang lain, baik dalam bahasa motivasi, cara hidup, pandangan, dan yang lain nya harus yang masuk akal. 
saya rasa itu bisa membuat si pembaca tidak merasa bosan,

Baik saya ceritakan sedikit tentang profil saya, yang mengawali unggahan saya,

Nama panggilan       ; Lisa
Umur saat ini           ; 24 Tahun
Asal saya                 ;Medan/Sumatera Utara
Tempat saat ini        ; Jakarta
Hobby                     ;Menulis

Judul kali ini "ORANG TUA SUKSES BELUM TENTU ANAK NYA SUKSES" kenapa?
saya punya banyak pengalaman tentang ini, Yang pastinya saya dari keluarga sederhana, masa kecilku itu lucu dan menggemaskan tetapi tidak sebahagia anak-anak lain,  keluarganya yang memiliki segalanya itu yang membuat ku berbeda dari mereka, Jika mereka punya mainan sepeda  aku hanya punya ayunan yang terbuat dari sarung tapi saya rasa memiliki ayunan itu jauh lebih menyenangkan, saya tidak pernah menyusahkan meminta ini itu saya bahkan selalu jadi anak yang mandiri ups bukan mandi sendiri yah, Mandiri yang saya maksud itu tidak manja atau hal yang mirip lah.  

Singkat cerita stelah duduk di bangku SMP always i think  saya memasuki tempat yang  horor, disana ada banyak remaja-remaja yang styles nya jauh dari masa SD. saya sering di bully sama mereka yang merasa lebih hebat, saya bahkan sering dianggap paling kecil, But bully anitu tidak membuat saya jdi patah semangat, bahkan saya jadikan bulian tersebut jadi motivasi bahwa saya bisa jauh lebih hebat dari mereka-mereka yang mengecilkan aku, its Okay. saya sering bertanya jika sifat remaja susah mengendalikan emosi? why? kenapa emosi saya tidak seperti emosi yang mereka punya?. ok saya jadikan itu kelebihan saya (gx salah donk kan?)

2010 saya berhasil lulus dari masa yang paling horor tadi, saya memasuki masa SMA yang saya rasa ini adalah surga penuh kebahagiaan,  disana saya menemukan malaikat-malaikat Tuhan, yang tidak pernah memandang bulu, bahkan tidak memandang warna,   tapi rasanya masa SMP itu tidak bisa dilupakan,  bahkan bekasnya terlalu dalam. benar masa lalu itu sulit dilupakan tapi baik untuk dikenang sebagai pelajaran, seperti kata bijak "Pengalaman adalah guru yang terbaik"
setitik pun masa SMP ku tidak ada yang terulang dimasa SMA itu sungguh menyenangkan. 

Masa-masa itu juga sudah berlalu, tiba saat nya menentukan, saya mau jadi apa? apa saya akan mengalami keterpurukan atau akau hanya menunggu waktu yang menjawab? No......No...... itu bukan saya, kemandirianku mulai kutunjukkan, saya sempat melakukan pendaftaran ke perguruan tinggi lewat Online but maybe belum nasib seperti kata orang tua, lalu saya berfikir lagi sampai kapan nasib saya muncul dengan cara diam? ini bukan jalan. saya mulai berkerja diperusahaan seseorang diterima sebagi admin rekap manual, perkerjaan ini benar layak nya buat yang belum berpengalaman dan buat lulusan SMA, tapi disini semangat untuk melanjutkan Sekolah keperguruan tinggi itu masih tinggi,  setelah setahun berlalu saya memutuskan kuliah sambil kerja di kampus Swasta, yah memang uang kuliah nya tidak murah, tapi masih kalah dengan semangat saya, saya punya prispip saya pasti bisa, ya ya saya pasti bisa dengan cara ku sendiri.

akhirnya saya berhasil memasuki dunia kampus seperti yang aku impikan, tapi menjalani ini semua pastinya tidak mudah, dari cara membagi waktu, cara membagi keuangan, bahkan cara memecahkan resiko, ini tidak mudah, tanggung jawab sudah doble dan ini besar, jika salah satu di tinggalkan itu sangat sulit. Saya rasa saya sudah seperti wonder women,,,, really i m strong, karna jarak kampus dan kantor itu adalah kota yang berbeda, walaupun seperti itu menyerah bukan alasan, menduduki semester 3 saya rasa harus membuat perubahan untuk mendapatkan keringanan, mulai saya mencari pekerjaan dikota kampus saya berada, ya mencari pekerjaan itu dengan status sebagai mahasiswa itu sulit, sulit nya 10 kali lipat dari status anak SMA yang baru lulus,  

Selama semester 4 saya menghabiskan waktu mencari kerja dan kuliah,  tabungan saya hingga menipis karna harus membayar uang kuliah, dan kebutuhan lain nya, semester 5 saya berhasil masuk kerja di rekrut salah satu teman kampus, yah Saya rasa dia malaikat yang dikirimkan Tuhan buat menunjukan cara kerjanya dalam hidupku. saya diterima disebuah perkantoran yang tidak jauh jaraknya dari kampus, hingga saya putuskan untuk mencari kos an daerah kantor, (pertengahan antara kantor dan kampus) waooooooooooo Ilove u my God, your bless amazing in my life,,,,  segala apa yang saya alami dimudahkan, segala perkara yang terjadi dengan mudah saya pecahkan.  

Menurut saya ini luar biasa ini berkat dari semangat, ini jawaban dari doa, 
Kadang saya melihat mereka yang ada dimasa kecil ku yang pernah hadir disekelilingku, baik yang membully, atau yang malaikat,  yang membully saya akui secara ekonomi orang tuanya lebih hebat dari pada ekonomi orang tua yang aku anggap malaikat,

Tapi saat ini para malaikatku jauh lebih hebat dari pada orang yang membully ku,,,,
Trus kenapa saya menceritakan kehidupan ku yang tidak ada hubungan nya sama perekonomian mereka?
ya saya ingin mengajak kalian, seberapa pun yang orang tua kita miliki itu tidak memastikan sesuksesan anak-anak nya,
tapi kesuksesan seorang anak itu pasti kesuksesan orang tuanya,

atau kata mamaku,,,
Uangku bukan uang mu, Tapi uangmu adalah uang ku,,,,,

I love my mother,,

dalam cerita ini bersih dari bahasa pacaran atau bahasa romantise,,,, Tapi di unggahan berikutnya saya akan muncul dengan bahasa baper,,,


Sekian yah....... Terimakasih sudah membaca, jangan lupa diberikan tanggapan yah,
#unggahan pertama,

                                                    gambar 1 ; malaikat-malaikat ku

Comments